GLIMA Enterprise

Related Posts Display

Sabtu, 17 Februari 2018

Pantun Memendam Rindu

Kerinduan dari laki-laki:

001.
Kalau balik merendam selasih 
Pantang merendam biji labuh 
Kalaulah adik merendam kasih 
Abangpun karam menahan rindu
002.
Kalaulah labu dibawa bermain 
Dimanakah sempat lagi dipetik 
Kalau rindu pada yang lain 
Dimanakan sempat bersua adik
003.
Airlah dalam bertambah dalam 
Hujan di hulu berlumlah teduh 
Hatilah karam bertambah karam 
Karam merindu orang yang jauh
004.
Asap api orang berladang 
Nampak dari kuala Siak 
Tiap hari kutunggu abang 
Sampai kini tiada nampak
005.
Azan bukan sebarang pesan 
Azan bilal suaranya merdu 
Pesan bukan sebarang pesan 
Pesan kutinggal tanda rindu
006.
Dari subuh orang berburu
Banyak kijang dibawa balik 
Dari jauh abang merindu 
Hendak datang langkahku pendek


007.
Bila menimbang putik pauh
Banyak getahnya tinggal melekat 
Bila kukenang adik nan juah 
Letak anggota pegallah urat
008.
Dapat kolek pergi kejayuh 
Air pasang berhenti dulu 
Mengingat adik lah pergi jauh 
Matilah abang menanggung rindu
009.
Batang selasih sudah meranting
Lapuklah batang dahan pun layu 
Orang kukasih sudah berpaling 
Mabuklah dagang menahan rindu
010.
Baik sungguh pergi berburu 
Dapat pelanduk seekor dua 
Adik jauh hatiku rindu 
Penat duduk menanti berita
011.
Baik Sungguh mencari kurai 
Bulunya cantik untuk hiasan 
Adiklah jauh hatiku risau 
Rindukan adik terlupa makan
012.
Baiklah naik ke gunung ledang 
Disana banyak buluh perindu 
Adik nan molek sanjungpun abang
Bila tak nampak hatiku rindu
013.
Banyaklan itik turun ke kali 
Mandi berenang jalan mendudu 
Hendak kupetik bunga berduri 
Matilah abang menahan rindu
014.
Banyaklah ikan mabuk terapung
Karena terminum air tuba 
Letaklah badan duduk termenung
Karena belum bertemu adinda
015.
Biji nangka janga ditelan 
Bia ditelan tentu tercekik 
Hatiku duka putus harapan 
Karena lama merindukan adik
016.
Biji pauh ditanam orang 
Sudah besar berbuah pula
Hati rusuh bukan kepalang 
Habislah sabar memanti dinda
017.
Buah kuini masak di batang 
Pai hari banyak yang jatuh 
Biar ku mati dalam membujang
Karena menanti adik yang jauh
018.
Buah mentimun di tepi tasik 
Habis busuk dimakan belalang
Sudah bertahun ku nanti adik
Hatiku remuk bukan kepalang
019.
Buluh perindu dibuat suling 
Bunyinya merdu mendayu-dayu
Menahan rindu badanku kering
Dinda tak mau mengambil tahu
020.
Bukan perahu sebarang perahu 
Perahu kolek tidakkan karam 
Bukan rindu sebarang rindu
Rindu kan adik siang dan malam
021.
Hari minggu orang berjalan 
Membawa badik jadi senjata 
Hatiku rindu bukan buatan 
Kepada adik sebiji mata
022.
Hendak berburu oarng dah pergi 
Biarlah hamba duduk menunggu 
Hendak bertemu dinda tak sudi 
Biarlah hamba menanggung rindu
023.
Dari pulau menjala ikan 
Dapat pari dibuat pindang 
Hati risau tiada tertahan 
Mabuk menanti adik seorang
024.
Buluh perindu buluh ternama
Banyak sudah disebut orang 
Hatiku rindu sudahlah lama 
Adik juga tak ingat abang
025.
Buluh perindu diberi nama 
Ditiup angin bergoyang-goyang 
Hatiku rindu tiada terperi 
Karena adinda lama tak datang
026.
Sayang balam mati tercekik 
Makan putik buah mengkudu 
Siang malam kunanti adik 
Badanku letih menahan rindu
027.
Bunga kenanga kembang sekaki
Rupanya molek kelopak mekar
Sungguhlah lama abang menanti
Mengapa adik tak beri kabar
Kerinduan dari perempuan:


028.
Kalau tak ada sagu bertampin 
Mengapa rumbia ditebang orang 
Karena tak ada rindu ke lain 
Mengapa lama abang tak datang
029.
Belilah baju serta selendang
Untuk dipakai ke helat jamu 
Hatiku rindu kepada abang
Hajat sampai dapat bertemu
030.
Alangkah sayu hati di dalam
Mendengar guruh dayu mendayu
Abang merayu siang dan malam
Gemetar tubuh menahan rindu
031.
Buluh kasap beruas panjang 
Sembilunya tajam bagaikan pisau 
Tidur tak lelap makan tak kenyang 
Mengenang kakanda jauh di rantau
032.
Dari pulau menjala hiu
Pulang pergi orang berlayar
Hati risau menahan rindu
Abang pergia tiada kabar
033.
Buah pauh di tepi ladang 
Dimakan tupai menjadi busuk 
Susah sungguh menanti abang 
Badan terkulai hatiku remuk
034.
Kalaulah batangnya dihimpit kayu 
Mengapa kupandang tegak lurus
Kalaulah abang sakit merayu 
Mengapa abang tak nampak kurus
035.
Tentu batangnya tampak lurus
Karena kayunya sudah dibuang
Tentu abang tak nampak kurus
Kita bertemu sakitku hilang
036.
Air pasang singgahlah dulu 
Dapat berhenti di pulau karang 
Hatiku bimbang bertambah pilu 
Ingat kekasih dirantau orang
037.
Air dangkal ikannya jinak 
Ditangkap orang setiap hari 
Hati mengkal dadapun kemak
Mengharap abang datang kemari
038.
Kalau tak ada sagu bertampin
Mengapa rumbia ditebang orang
Kalau tak ada rindu ke lain
Mengapa lama abang tak datang
039.
Air keruh bertambah keruh 
Musim kemarau semakin panjang
Hatiku rusuh bertambah rusuh
Karena risau menunggu abang
040.
Angin ribut bertambah ribut
Banyaklah kapal patah kemudi 
Ingin diikut belumlah patut 
Hendak ditinggal tak sampai hati
041.
Bila lancang singgah di teluk 
Sesudah timpas pasangpun datang 
Apabila abang sudah menjenguk 
Rindu ku lepas dadapun lapang
042.
Batang menanti mati ditebang 
Ditebang orang untuk perahu 
Abang dinanti pagi dan petang
Hatiku bimbang bercampur pilu
043.
Baji kayu pembelah tiang 
Ditukul orang beramai-ramai 
Hatiku rindu tiada kepalang 
Karena abang lama tak sampai

sumber  : www.melauonline.com
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

KABAR KOTA

TOKOH BICARA

Postingan Populer

SENI BUDAYA

OLAHRAGA

PARIWISATA

LINGKUNGAN

LAMAN SASTRA

GUEST

Archive

Diberdayakan oleh Blogger.

Photography